Selasa, 25 November 2014

sistem pencernaan manusia

A.  Pengertian Sistem Pencernaan Manusia
     Pencernaan makanan merupakan proses mengubah makanan dari ukuran besar menjadi ukuran yang lebih kecil dan halus, serta memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan menggunakan enzim dan organ-organ pencernaan. Enzim ini dihasilkan oleh organ-organ pencernaan dan jenisnya tergantung dari bahan makanan yang akan dicerna oleh tubuh. Zat makanan yang dicerna akan diserap oleh tubuh dalam bentuk yang lebih sederhana.
Proses pencernaan makanan pada tubuh manusia dapat dibedakan atas dua macam, yaitu :
1.      Proses pencernaan secara mekanik
    Yaitu proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil dan halus
2.      Proses pencernaan secara kimiawi (enzimatis)
     Yaitu proses perubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh.
     Alat-alat pencernaan manusia adalah organ-organ tubuh yang berfungsi mencerna makanan. Alat pencernaan dapat dibedakan atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang membantu proses pencernaan kimiawi. Kelenjar-kelenjar pencernaan manusia terdiri dari kelenjar air liur, kelenjar getah lambung, hati (hepar), dan pankreas. Berikut ini akan dibahas satu per satu proses pencernaan yang terjadi di dalam saluran pencernaan makanan pada manusia.
B.  Saluran Pencernaan Manusia
      Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan dengan enzim zat cair yang terbentang mulai dari mulut sampai anus. Saluran pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ berturut-turut dimulai dari mulut (cavum oris), kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus halus (intestinum), usus besar (colon), dan anus.
1.      Mulut
      Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. Di dalam mulut terdapat alat-alat yang membantu dalam proses pencernaan, yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah (air liur). Di dalam rongga mulut, makanan mengalami pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Beberapa organ di dalam mulut, yaitu :
a.       a. Gigi
Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga makanan menjadi halus.
     Gigi dapat dibedakan atas empat macam yaitu gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan, dan gigi geraham belakang. Gigi seri berbentuk seperti pahat, gigi taring berbentuk seperti pahat runcing, dan gigi geraham berbentuk agak silindris dengan permukaan lebar dan datar berlekuk-lekuk. Gigi seri berkaitan dengan fungsinya untuk memotong dan menggigit makanan. Gigi taring yang berfungsi untuk merobek makanan. Sedangkan gigi geraham berfungsi untuk mengunyah makanan.                                                                                                                      
 Leher gigi merupakan bagian gigi yang terlindung dalam gusi, sedangkan akar gigi merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.                                                                                                                           
 Tulang gigi, tersusun atas zat dentin. Sumsum gigi (pulpa), merupakan rongga gigi yang di dalamnya terdapat serabut saraf dan pembuluh-pembuluh darah. Itulah sebabnya bila gigi kita berlubang akan terasa sakit, karena pada sumsum gigi terdapat saraf.
b.  Lidah
     Lidah berfungsi untuk mengaduk makanan di dalam rongga mulut dan membantu mendorong makanan .Selain itu, lidah juga berfungsi sebagai alat pengecap yang dapat merasakan manis, asin, pahit, dan asam.     Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda. Letak setiap rasa berbeda-beda, yaitu:
  1. Rasa asin     —–>  lidah bagian tepi depan
  2. Rasa manis  —–>  lidah bagian ujung
  3. Rasa asam   —–>  lidah bagian samping
  4. Rasa pahit   —–>  lidah bagian belakang / pangkal lidah

c.   Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah menghasilkan ludah atau air liur (saliva). Kelenjar ludah dalam rongga mulut ada tiga pasang, yaitu :
  1. Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga.
  2. Kelenjar submandibularis, terletak di rahang bawah.
  3. Kelenjar sublingualis,  terletak di bawah lidah.
      Kelenjar parotis menghasilkan ludah yang berbentuk cair. Kelenjar submandibularis dan kelenjar sublingualis menghasilkan getah yang mengandung air dan lendir. Ludah berfungsi untuk memudahkan penelanan makanan. Jadi, ludah berfungsi untuk membasahi dan melumasi makanan sehingga mudah ditelan. Selain itu, ludah juga melindungi selaput mulut terhadap panas, dingin, asam, dan basa.                                                                                                                   
       Di dalam ludah terdapat enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8 – 7 dan suhu 37oC.
2.    Kerongkongan
       Kerongkongan (esofagus) merupakan saluran penghubung antara rongga mulut dengan lambung. Kerongkongan berfungsi sebagai jalan bagi makanan yang telah dikunyah dari mulut menuju lambung. Jadi, pada kerongkongan tidak terjadi proses pencernaan. Makanan berada di dalam kerongkongan hanya sekitar enam detik. Bagian pangkal  kerongkongan (faring) berotot lurik. Otot lurik pada kerongkongan bekerja secara sadar menurut kehendak kita dalam proses menelan. Artinya, kita menelan jika makanan telah dikunyah sesuai

3.     Lambung
Lambung (ventrikulus) merupakan kantung besar yang terletak di sebelah kiri rongga perut sebagai tempat terjadinya sejumlah proses pencernaan. Lambung terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian atas (kardiak), bagian tengah yang membulat (fundus), dan bagian bawah (pilorus).
Kardiak berdekatan dengan hati dan berhubungan dengan kerongkongan. Pilorus berhubungan langsung dengan usus dua belas jari. Di bagian ujung kardiak dan pilorus terdapat klep atau sfingter yang mengatur masuk dan keluarnya makanan ke dan dari lambung.
     Dinding lambung terdiri dari otot yang tersusun melingkar, memanjang, dan menyerong. Otot-otot tersebut menyebabkan lambung berkontraksi, sehingga makanan teraduk dengan baik dan bercampur merata dengan getah lambung. Hal ini menyebabkan makanan di dalam lambung berbentuk seperti bubur.                                                                                                               Dinding lambung mengandung sel-sel kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan yang menghasilkan getah lambung. Getah lambung mengandung air lendir (musin), asam lambung, enzim renin, dan enzim pepsinogen. Getah lambung bersifat asam karena banyak mengandung asam lambung. Asam lambung berfungsi membunuh kuman penyakit atau bakteri yang masuk bersama makanan dan juga berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin berfungsi memecah protein menjadi pepton dan proteosa. Enzim renin berfungsi menggumpalkan protein susu (kasein) yang terdapat dalam susu. Adanya enzim renin dan enzim pepsin menunjukkan bahwa di dalam lambung terjadi proses pencernaan kimiawi
4 .     Usus Halus

    Usus halus (intestinum) merupakan tempat penyerapan sari makanan dan tempat terjadinya proses pencernaan yang paling panjang. Usus halus terdiri dari :
  1. Usus dua belas jari (duodenum)
  2. Usus kosong (jejenum)
3.      Usus penyerap (ileum)
    Pada usus dua belas jari bermuara saluran getah pankreas dan saluran empedu. Pankreas menghasilkan getah pankreas yang mengandung enzim-enzim sebagai berikut :
  1.  Amilopsin (amilase pankreas)
       Yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa).
  2. Steapsin (lipase pankreas)
       Yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  3. Tripsinogen
   Yaitu enzim yang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus.                                                                                                                                          Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung di dalam kantung empedu. Selanjutnya, empedu dialirkan melalui saluran empedu ke usus dua belas jari. Empedu mengandung garam-garam empedu dan zat warna empedu (bilirubin). Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak.                                                                          Selain enzim dari pankreas, dinding usus halus juga menghasilkan getah usus halus yang mengandung enzim-enzim sebagai berikut :
  1. Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa.
  2. Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
  3. Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
  4. Tripsin, berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino.
  5. Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin.
    Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan. Karbohidrat dicerna menjadi glukosa. Lemak dicerna menjadi asam lemak dan gliserol, serta protein dicerna menjadi asam amino. Selanjutnya, proses penyerapan (absorbsi) akan berlangsung di usus kosong dan sebagian besar di usus penyerap. Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa, lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol, dan protein diserap dalam bentuk asam amino. 
     Pada dinding usus penyerap terdapat jonjot-jonjot usus yang disebut vili (Lihat gambar diatas). Vili berfungsi memperluas daerah penyerapan usus halus sehingga sari-sari makanan dapat terserap lebih banyak dan cepat. Dinding vili banyak mengandung kapiler darah dan kapiler limfe (pembuluh getah bening usus). Agar dapat mencapai darah, sari-sari makanan harus menembus sel dinding usus halus yang selanjutnya masuk pembuluh darah atau pembuluh limfe. Glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral setelah diserap oleh usus halus, melalui kapiler darah akan dibawa oleh darah melalui pembuluh vena porta hepar ke hati. Selanjutnya, dari hati ke jantung kemudian diedarkan ke seluruh tubuh
    Asam lemak dan gliserol bersama empedu membentuk suatu larutan yang disebut misel. Vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K) diserap oleh usus halus dan diangkat melalui pembuluh getah bening. Selanjutnya, vitamin-vitamin tersebut masuk ke sistem peredaran darah.

5.  Usus Besar
     Makanan yang tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama dengan lendir akan menuju ke usus besar menjadi feses.                                                                                                                                              
 Sisa makanan dalam usus besar masuk banyak mengandung air. Karena tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air diserap kembali ke usus besar. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar.
6.  Anus
     Anus merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.

CIRI KHUSUS PADA HEWAN

1.Ikan mas
ikan mas gambar 1

Ciri khususnya: -  Bentuk tubuh ikan mas agak memanjang dan memipih tegak.
                           -  Mulutnya terletak di bagian tengah ujung kepala dan dapat disembulkan.    
                           -  sirip punggungnya (dorsal) memanjang dengan bagian belakang berjarikeras      
                              dan di bagian akhir bergerigi. 


 2.Amfibia
amfibi gambar 2

Ciri khususnya: -    tubuh diselubungi kulit yang berlendir
-       mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik 
-   mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renangyang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang
                            -    matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang 
                                sangat berfungsi waktu menyelam


 3.Lumba-Lumba
lumba lumba gambar 3

Ciri khususnya: -    Lumba lumba bernafas dengan paru paru
-        Letak lubang hidungnya di bagian atas kepalanya.
-        Lumba lumba adalah perenang yang sempurna.
-        Kulitnya yang licin dan halus
Keistimewaannya: -  Kulitnya yang licin dan halus membantunya meluncur dalam air dan        
                               berenang dengan cepat
                           -      Yang membuat lumba-lumba berenang dengan cepat adalahhidungnya, yang disebut\
                                sebagai moncong. 


 4.Ikan Badut
ikan badut gambar 4

Ciri khususnya   :  -  Badannya dihiasi dengan warna-warna cemerlang
Habitatnya         :  -  Dicabang-cabang karang yang mirip pohon yang disebut sebagai ´anemon    
                                 laut´.
  -     Ada kapsul-kapsul beracun pada cabang-cabang anemon laut yang akan     
                                membuat ikan yang menyentuhnya terluka atau mati
 -   Ikan ini mengeluarkan cairan yang melindunginya dari racun di sekitar tempat hidupnya.



5.Burung beo
burung beo gambar 5

Ciri khususnya: - Mempunyai bulu berwarna-warni Mereka hidupsecara sosial. Sangat
   -   Kemampuannya dalam menirukan suara kata-kata yang didengarnya secara   
 berulang-ulang.  kedermawanandengan saling berbagi makanan dengan
habitatnya           : -   hidup didaerah tropis
Makanannya      : -   biji bunga matahari

Sabtu, 11 Oktober 2014

Pengertian dari unsur, senyawa, dan campuran beserta contohnya


                                                                                                  Gambar   1.1                                              
                                                                                                                                                                                                                                                               
A. UNSUR
     Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat di ubah lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Sebongkah emas apabila dibagi terus sampai bagian yang terkecil akan menjadi atom emas. Banyak sekali unsur yang  ada di alam dapat kamu jumpai dalam kehidupan sehari - hari, misalnya besi, timah, seng, tembaga dan nikel. Bagian kecil dari unsur adalah atom.
     Unsur di alam dapat dibagi menjadi dua, yaitu unsur logam dan non logam. Contoh unsur logam adalah besi, emas, dan seng. Contoh unsur nonlogam adalah karbon, nitrogen, dan oksigen.
     Beberapa contoh unsur logam dan non logam yang di kenal dalam kehidupan sehari hari beserta bentuk fisikdan lambangnya.

Gambar 1.2 Unsur logam bentuk fisik dan lambangnya

Gambar 1.3 Unsur logam bentuk fisik dan lambangnya

  
   Nama unsur menggunakan bahasa latin berdasarkan penemu pertamanya atau tempat ditemukan unsur tersebut. Simbol unsur dibuat untuk memudahkan dalam penulisan nama unsur, yaitu dengan cara menyingkatnya. Simbol unsur yang digunakan saat ini secara internasional adalah menurut Jons Jacob Berzelius.
   
   Unsur unsur tersebut selanjutnya disusun dalam bentuk sistem periodik unsur, seperti ditunjukan pada gambar 1.4. Unsur unsur yang memiliki sifat yang hampir sama berada dalam satu kolom. Sebagian dari unsur unsur tersebut akan kamu pelajari di kelas VII, sedangkan beberapa unsur lain akan di pelajari pada kelas berikutnya.

Gambar 1.4 Sistem Periodik Unsur

     Unsur logam dan nonlogam memiliki sifat fisika dan kimia. Berikut perbedaan sifat unsur logam dan non logam.

Gambar 1.5 Perbedaan unsur logam dan non logam



B. SENYAWA
     Senyawa adalah zat tunggal yang dapat di uraikan menjadi 2 jenis atau lebih zat yang lebih sederhana degan cara kimia. Misalnya, air yang memiliki rumus H2O dapat di uraikan menjadi unsur hidrogen (H2) dan oksigen (O2).
Gambar 1.6

C. CAMPURAN
     Campuran adalah suatu materi yang terdiri dari dua zat lebih dan masih mempunyai sifat zat asalnya.Contoh beberapa campuran yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari adalah susu, coklat, air sungai, udara, batuan, garam beryodium, dan paduan logam.

1.) Campuran Homogen
     Larutan gula, larutan garam, dan sirop adalah contoh campuran homogen. Campuran homogen adalah campuran yang tidak dapat di bedakan zat zat yang tercampur di dalamnya. Larutan tersusun atas pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Pelarut yang banyak adalah air. Senyawa lain yang dapat digunakan sebagai pelarut adalah pelarut organik, contohnya kloroform dan alkohol.
a.) Asam
     Contohnya : jeruk, lemon, tomat dan sayuran.
Ciri :- rasanya asam
      - dapat menimbulkan korosif
      - mengubah kertas lakmus biru menjadi merah
b.) Basa
     Baa merupakan larutan yang banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari hari. Contoh benda yang mengandung basa ialah sabun mandi, sabun cuci, sampoo, pasta gigi, obat maag, dan pupuk.
Ciri : - terasa licin dikulit dan berasa agak pahit
        - mengubah kertas lakmus merah menjadi biru
c.) Garam
     Salah satu reaksi yang dapat membentuk garam adalah reaksi asam dan basa atau reaksi netralisasi.
     
2.) Campuran Heterogen
     Campuran heterogen terjadi karena zat yang tidak dapat bercampur satu dengan lain secara sempurna sehingga dapat dikenali zat penyusunnya. Contohnya, campuran pasir dan air didalam gelas.